Batik Air Sudah Kantongi Izin Dan Slot Penerbangan Jakarta – Batam

Anak perusahaan Lion Group yang mengusung konsep penerbangan full service, Batik Air dikabarkan akan segera mengoperasikan rute penerbangan Jakarta-Batam-Jakarta. Pembukaan rute penerbangan ini akan dilakukan dalam waktu dekat dan dioperasikan dengan pesawat Airbus A320 atau Boeing 737 Next Generation. Kepala Bagian Umum Bandara Hang Nadim Suwarso mengatakan seperti dilansir ANTARA News bahwa Batik Air sudah mendapatkan izin rute dan slot untuk melayani rute penerbangan Jakarta-Batam-Jakarta. “Izinnya sudah disampaikan ke kami. Slotnya juga sudah ada, tinggal menunggu kepastian jadwalnya saja,” kata dia.

batikSaat ini sudah ada beberapa maskapai penerbangan yang mengoperasikan rute Jakarta-Batam-Jakarta, di antaranya adalah Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Citilink Indonesia, dan Lion Air. Continue reading

Tahun Ini Batik Air Targetkan Capai 4 Juta Penumpang

Batik Air, anak perusahaan Lion Group yang bergerak dalam segmen penerbangan full service, pada tahun 2015 ini menargetkan bisa mengangkut 4 juta penumpang. Target itu mengalami kenaikan sebesar 110 persen dibandingkan raihan sebanyak 1,9 juta penumpang pada tahun 2014. Batik Air menganggap target itu cukup realistis, apalagi pada tahun lalu jumlah penumpang Batik Air meningkat pesat sebesar 137 persen dibandingkan pada tahun 2013.

batikBatik Air saat ini sudah beroperasi dengan 20 pesawat yang terdiri dari enam Airbus A320, delapan Boeing 737-800, dan enam Boeing 737-900ER. Nantinya akan lebih banyak lagi pesawat yang masuk ke dalam armada Batik Air dan akan digunakan untuk melakukan ekspansi, baik rute penerbangan domestik maupun penerbangan internasional. Continue reading

Batik Air Mulai Lirik Penerbangan Ke Australia Dengan Rute Denpasar – Perth

Anak usaha Lion Group yang menyasar segmen penerbangan full service, Batik Air, sudah mulai melirik layanan penerbangan internasional ke Australia. Maskapai penerbangan yang digadang-gadang menjadi pesaing Garuda Indonesia ini menargetkan bisa membuka penerbangan dari Denpasar (Bali) menuju Perth di akhir tahun 2015, diikuti oleh pembukaan rute ke Brisbane. Direktur Utama Batik Air Capt. Achmad Luthfie mengatakan, destinasi lain di Australia sangat mungkin ditambah ketika Batik Air telah menerima pesawat widebody yang memiliki jarak jangkau lebih jauh, meskipun hingga saat ini Lion Group belum memiliki pesanan pesawat widebody sama sekali.

Pada tahun 2012 Lion Group mengumumkan pemesanan lima pesawat Boeing 787 Dreamliner yang awalnya akan digunakan untuk Batik Air. Namun, Lion Group kemudian membatalkan pesanan tersebut pada Januari tahun ini dan mengatakan sedang mencari alternatif pesawat widebody yang lainnya. Achmad Luthfie menjelaskan, Lion Group memutuskan untuk membatalkan pesanan Boeing 787 Dreamliner karena permasalahan performa terhadap pesawat yang dipesan Lion Group tersebut. Boeing 787 Dreamliner yang dialokasikan untuk Lion Group merupakan versi awal yang memiliki bobot lebih berat dan jarak jangkau lebih pendek dibandingkan versi sekarang. Continue reading

Lion Air Gunakan Nama Aussie Batik Untuk Cabang Di Australia

Meskipun Rusdi Kirana telah meninggalkan kursi Direktur Utama Lion Air, namun dia malah menjabat sebagai Chief Executive Officer Lion Group, yang artinya memiliki posisi yang lebih tinggi dan akan mengontrol semua perusahaan di bahwa naungan Lion Group, termasuk Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air, Thai Lion Air, dan beberapa perusahaan lainnya baik yang terkait dalam industri penerbangan maupun tidak.

batikRusdi Kirana mengatakan, Lion Air tidak akan berhenti melakukan ekspansi, dengan menambah armada pada jajaran maskapai penerbangan Lion Group untuk terus mengembangkan usahanya. Apalagi Lion Air memiliki pesanan total lebih dari 700 pesawat dan berambisi memiliki 1.000 pesawat. Continue reading