Rute Garuda Dari Batam Ke Bandung Dan Surabaya Akan Segera Dibuka

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia berencana membuka dua rute baru dari Bandara Hang Nadim Batam, yaitu dengan menghubungkannya ke Bandung dan Surabaya mulai 14 November 2014. Kedua rute ini akan dilayani oleh Garuda Indonesia satu kali dalam sehari. Pihak Garuda Indonesia mengaku saat ini sedang mengajukan izin pembukaan kedua rute penerbangan itu kepada Kementerian Perhubungan. “Kami sedang mengajukan izin ke Kementerian Perhubungan. Mudah-mudahan pada tanggal yang ditetapkan kami sudah bisa melayani penerbangan dua rute tersebut,” kata Station Manager Garuda Indonesia Branch Office Batam Timbul Panjaitan.

garGaruda Indonesia akan melayani penerbangan Batam-Bandung dan Batam-Surabaya dengan pesawat Boeing 737-800 berkapasitas 156 kursi, terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi. “Permintaan penerbangan dua rute itu sangat tinggi. Makanya kami berupaya agar pelanggan Garuda Indonesia dari Batam tidak usah transit untuk menuju dua kota tersebut,” katanya. Continue reading

Garuda Buka Kembali Rute Penerbangan Denpasar – Dili

Maskapai Garuda Indonesia akhirnya resmi membuka kembali rute penerbangan Denpasar – Dili PP, Jumat (24/10). Sebelum ini, mereka juga menandatangani kesepakatan komersial dengan maskapai Air Timor. Melalui rilis resminya, Garuda mneyebut pembukaan kembali penerbangan Denpasar – Dili tersebut merupakan bagian dari komitmen maskapai untuk meningkatkan jaringan penerbangan antara Indonesia dan Timor Leste. Tak hanya itu, pembukaan kembali rute tersebut  guna mengakomodir peningkatan permintaan penumpang sejalan dengan semakin meningkatnya transaksi perekonomian dan perdagangan antara kedua negara.

garDirektur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan bahwa selain memperkuat jaringan penerbangan Garuda Indonesia, penerbangan Denpasar – Dili tersebut juga untuk mendukung peningkatan arus penumpang antara kedua negara. Tak hanya itu, kata Emir, penerbangan dari Denpasar ke Dili tersebut juga sejalan dengan upaya Garuda Indonesia mendukung program pemerintah dalam meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara. Continue reading

Citilink Akan Kepakkan Sayap Ke Jayapura Dan Palu

Maskapai penerbangan berbiaya rendah Citilink Indonesia pada awal tahun 2015 akan mengembangkan ekspansinya ke Indonesia Timur dengan membuka rute baru ke Papua. Bahkan Citilink mengaku sudah mendapatkan izin menerbangi rute penerbangan ke Jayapura. “Citilink sendiri sudah mengantongi  izin rute untuk ke Jayapura, seiring dengan penambahan armada pesawat yang akan berjumlah 32 Airbus A320 pada akhir 2014, kami akan melakukan kalkulasi terkait penambahan beberapa rute terutama ke kawasan timur Indonesia,” kata Vice President Corporate Communications Citilink Indonesia Benny Siga Butarbutar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/10/2014).

citiSaat ini Citilink memang lebih banyak melayani rute penerbangan di Indonesia Barat. Sementara untuk rute Indonesia Timur, paling jauh Citilinkhanya melayani rute penerbangan ke Makassar. Belum diketahui secara pasti dari mana Citilink akan melayani penerbangan ke Jayapura. Tapi kemungkinan anak perusahaan Garuda Indonesia itu akan melayaninya dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar karena Citilink berhasrat menjadikan bandara ini sebagai hub di Indonesia Timur. Continue reading

Apa Solusi Untuk Carut Marut Transportasi Nasional?

Letak  Indonesia yang strategis di tengah-tengah garis khatulistiwa, di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Hindia dan Pasifik), serta terdiri atas 17.000 lebih pulau, tentunya memiliki potensi yang sangat besar di bidang transportasi, khususnya lalu lintas perpindahan orang maupun barang dan jasa.Moda transportasi udara merupakan salah satu alternatif selain moda darat dan laut. Namun tak dapat dinafikan bahwa angkutan udara adalah moda transportasi modern yang efisien sesuai tuntutan globalisasi saat ini yang ingin serba cepat dan mudah.

gar
Transportasi udara mempunyai pe­ranan yang sangat strategis sebagai penghubung antar wilayah, serta se­bagai alat pembuka isolasi untuk daerah-daerah terpencil, sehingga peme­rataan pembangunan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Di sisi lain, bidang transportasi udara juga mampu mendorong pendapatan non migas dan keuangan negara melalui sektor pariwisata. Continue reading